Adab Seorang Santri Terhadap Guru
ADAB SANTRI KEPADA GURU
Apa sih adab itu?
Adab bisa diartikan sebagai bentuk sopan santun, kerahaman dan kehalusan budi pekerti yang baik, atau bisa diartikan sebagai akhlak atau perilaku yang baik, sebagai umat Islam yang beriman sudah seharusnya memiliki adab dan akhlak yang baik, karena adab dan akhlak yang baik bisa mencerminkan kepribadian diri seseorang. Sebagian para ulama mengatakan bahwa adab itu lebih penting dan lebih utaman dibandingkan dengan ilmu. Karenajika hanya ilmu yang dia punya maka ilmu itu bisa hilang bedang dengan adab atau kepribadian seseorang yang sudah melekat pada dirinya sendiri.
Adab itu terbagi menjadi beberapa bagian, seperti dalam kitab 𝘛𝘢𝘪𝘴𝘪𝘳𝘶𝘭 𝘒𝘩𝘰𝘭𝘢𝘲 karangan ulama mesir (al adzhar) yaitu 𝙷𝙰𝙵𝙸𝙳𝚉 𝙷𝙰𝚂𝙰𝙽 𝙰𝚕- 𝙼𝙰𝚂’𝚄𝙳𝙸 radiallahu’anhu menjelaskan adab santri terhadap dirinya sendiri, adab santri terhadap gurunya dan adab santri terhadap teman-temannya.
Lalu bagaimana ada santri terhadap gurunya?
Adab santri terhadap gurunya, diantaranya meyakini bahwa keutamaan guru itu lebih besar dari keutamaan orang tua karena sesungguhnya guru itu yang mendidik ruhnya murid, sopan didepan guru ketika sedang belajar, mendengarkan dengan baik dari apa-apa yang guru ucapkan, meninggalkancanda gurau dan jangan memuji dari selain guru dihadapannya.
Dalam proses pembelajaran dan pembentukan akhlak Budi pekerti, santri (murid) membutuhkan sosok alim yang jauh lebih berpengalaman yaitu, guru.
“Guru itu siapa, sih?” Guru adalah sebuah profesi yang paling berjasa bagi peradaban umat manusia di dunia. Karena, guru mendidik, mengajar, dan memberitahu apa yang kita tidak tahu. Merubah peradaban manusia dengan cara menghilangkan kebodohan dan membuat murid-muridnya menjadi sosok yang pintar. Guru juga bisa disebut sebagai ‘Pahlawan tanpa tanda jasa’.
Dalam kitab Ta’lim Muta’lim karangan dari Syeikh Islam Az-Zarnuji dikatakan, bahwa:
اعلم بأن طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع بها إلا بعدين العلم واهله الا وتعظيم الاستاذ وتوقيره
“Ketahuilah! bahwa sesungguhnya penuntut ilmu tidak akan mendapat ilmu yang manfaat kecuali, dengan mengagungkan ilmu dan pemilik ilmunya (guru) serta, menghormatinya.”
Oleh karena itu, banyak ulama membahas dalam karangan kitabnya, tentang adab santri kepada guru. Karena dahulu, banyak orang pintar dan berilmu, tetapi ilmunya tidak manfaat. Lalu, para ulama pun mencari tahu dan berdiskusi perkara hal tersebut. Ternyata, penyebab tidak manfaatnya ilmu sebab kurangnya takzim atau su’ul adab kepada guru.
Adab-adab santri kepada guru yang telah tertulis didalam kitab Ta’lim Muta’lim, diantaranya:
- Tidak membelakangi atau berjalan mendahului guru.
- Tidak duduk ditempat guru.
- Tidak memulai pembicaraan dihadapan guru, kecuali dengan seizin guru tersebut.
- Tidak banyak berbicara dihadapan guru, kecuali seizin guru tersebut.
- Tidak bertanya sedikit pun kepada guru, ketika guru lelah.
- Harus memelihara waktu.
- Tidak mengetuk pintu rumah guru, akan tetapi harus sabar sehingga guru keluar.
Kesimpulannya bahwa, murid harus mencari keridhaan seorang guru. Menjauhi murkanya guru dan melaksanakan perintah guru, selain maksiat kepada Allah SWT.
Penulis : Hilda Wahyuniar & Imelia Sukma Putri